Rambut dalam kotak makan

Post at Wed, 08.May.2013 09:38:08 AM .
Hit: 3009 . Comment:
 
Pada era kemiskinan dulu, banyak siswa yang tidak mampu membawa makanan kotak yang layak ke sekolah, demikian juga teman sekelas yang duduk di sebelah saya.

Lauk nasinya selalu adalah kacang hitam, sedangkan kotak makananku selalu berisi ham dan telur mata sapi, keduanya sungguh berbeda antara langit dengan bumi.

Temanku itu, setiap kali terlebih dahulu memungut beberapa helai rambut yang ada dalam kotak makanannya, baru kemudian seperti tidak terjadi apa-apa mulai makan dari kotak makanannya. Pemandangan yang tidak menyenangkan ini juga terus saja terjadi.
 
“Terlihat bagaimana jorok ibunya itu, sebab setiap hari ada rambut dalam nasinya.” Para teman-teman semua memperbincangkan hal tersebut di belakangnya. Dalam rangka menjaga harga diri teman itu, kita tidak pernah memperlihatkannya dalam ekspresi wajah, hanya saja merasa sangat jorok, sehingga mulai memandang rendah pada dirinya.
 
Satu hari selepas sekolah, teman itu memanggil diriku dan berkata: “Jika ada waktu, mari main ke rumahku.” Meski pun dalam hati merasa keberatan, tapi karena sejak menjadi teman sekelas, ini adalah kali pertama ia membuka mulut untuk mengajak saya ke rumahnya, maka saya tidak berani untuk menolaknya.

Saya ikut teman itu ke sebuah desa kumuh di daerah paling terjal di kota Seoul.

“Bu, saya membawa datang seorang teman.” Mendengar suara temanku yang penuh kegembiraan, pintu rumah pun terbuka. Ibunya yang berusia tua muncul di ambang pintu. “Teman anakku datang, mari saya lihat.”

Namun, ibu temanku yang keluar dari ruangan, hanya menyentuh pilar pintu kamar tidur dengan tangannya.

Ternyata kedua matanya buta. Seketika hati saya merasa trenyuh, sepatah kata pun tidak terucapkan.

Walau kotak makanan temanku setiap hari berisi kacang hitam, namun ibunya yang matanya tidak bisa melihat tetap hati-hati mengisinya ke dalam kotak makanan, itu bukan saja merupakan satu porsi makanan, namun terisi penuh dengan cinta kasih ibunda, bahkan helai rambut yang ada dalam nasi, juga merupakan cinta kasih ibunda.

Satu bungkusan makanan atau sebutir telur kecap; serangkaian omelan atau sepatah kata cerewet, semuanya adalah .... cinta kasih ibunda!

source : mailing list
 


 

Comments for "Rambut dalam kotak makan"